Dari Tanah Laut untuk Indonesia, Gerakan Literasi Iqra’ Nusantara Deklarasikan “Satu Rumah Satu Cahaya”

Jejakkalimantan.com, Pelaihari – Peluncuran dan Sosialisasi Gerakan Literasi Warga oleh Iqra’ Nusantara resmi digelar di Jalan Perintis Pelaihari, Selasa (30/6/2026).

Mengusung semangat “Satu Rumah, Satu Cahaya: Membangun Peradaban dari Lingkungan Kita”, gerakan ini menjadi ikhtiar membangun budaya baca dan kesadaran literasi mulai dari keluarga.

Kegiatan ditandai dengan peluncuran dua buku karya Muhammad Wahyu Rahmadi, yaitu “Akhiri Kebodohan” dan “Literasi Iqra’ Nusantara”. Kedua buku ini dihadirkan sebagai pemantik untuk mengubah cara berpikir, membangun budaya baca, dan memenangkan masa depan.

Gerakan Bottom-Up: 100 Pendukung Pertama Telah Bergabung

Inisiator gerakan menyebut kesadaran literasi ini tumbuh dari akar rumput. Meski dengan sumber daya terbatas, saat ini sudah terkumpul 100 orang pertama yang berkomitmen mendukung pembangunan peradaban literasi di Tanah Laut.

“Sekarang, saatnya panggilan ini sampai ke rumah Anda. Mari menjadi bagian dari sejarah: menjadi pendukung ke-1001 pertama,” ajak Muhammad Wahyu Rahmadi, penulis buku sekaligus penggerak literasi.

Tiga Pilar Gerakan Literasi Warga

1. Peluncuran Buku: Dua karya inspiratif untuk membuka wawasan dan membangun budaya baca.

2. Gerakan 1 Rumah 1 Buku Kesadaran: Menjadikan setiap rumah sebagai pusat peradaban dengan menghadirkan buku sebagai cahaya ilmu.

3. Peresmian Majelis Ta’lim Literasi Nusantara: Wadah pembinaan literasi berbasis nilai Islam untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi.